Home / Korem 052 Wijayakrama / Air Mata Haru Nenek Leni di Peringatan Hari Juang Kartika ke-72 Kodam Jaya/Jayakarta

Air Mata Haru Nenek Leni di Peringatan Hari Juang Kartika ke-72 Kodam Jaya/Jayakarta

Tubuh renta Leni (82) hanya bisa terduduk di atas kursi roda. Mata senjanya menatap ke arah Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang, tempat berlangsungnya Upacara Peringatan Hari Juang Kartika ke-72 yang diadakan oleh Kodam Jaya/Jayakarta, Jumat (15/12).

“Nenek sudah agak susah untuk bicara dan mendengar. Ya sehari-hari kondisinya memang seperti itu. Tapi, dikasih tahu pelan-pelan kalau dia menerima bantuan kursi roda, senang sekali sampai meneteskan air mata,”ujar Aan yang mendampingi Nenek Leni dalam kegiatan ini.

Serka Dasihin, Babinsa Koramil 0506/Ciputat, Kodim 0506/Tangerang mengatakan, Nenek Leni merupakan salah satu warga kurang mampu di wilayahnya. Sehari-hari, Nenek Leni hidup dalam kekurangan dan sulit untuk berjalan. “Nenek Leni satu dari lima warga kami yang menerima bantuan kursi roda gratis dari Kodam Jaya dalam rangka Hari Juang Kartika kali ini. Kehidupan sehari-hari memang beliau berasal dari keluarga kurang mampu,” jelasnya.

Bantuan kursi roda gratis merupakan satu dari sejumlah agenda bakti sosial yang dilakukan dalam rangka Hari Juang Kartika ke-72 yang diadakan oleh Kodam Jaya/Jayakarta. Komandan Korem 052/Wijayakrama, Kodam Jaya/Jayakarta Kolonel Inf. Iwan Setiawan mengatakan, ada berbagai agenda sosial kemanusiaan dan lingkungan hidup yang dilakukan oleh Kodam Jaya/Jayakarta.

“Ada bedah rumah, sunatan massal, donor darah, pembagian kacamata gratis, pembagian kursi roda, operasi katarak, operasi bibir sumbing, sembako gratis hingga penanaman pohon. Ada juga sebelumnya ziarah ke TMP Nasional Utama Kalibata, doa bersama dan lari 10 Km,” paparnya.

Arbituren Akmil 1992 ini mengatakan, seluruh kegiatan ini merupakan implementasi dari wujud kemanunggalan TNI AD dengan rakyat. Sesuai dengan tema peringatan Hari Juang Kartika ke-72, ‘Manunggal Bersama Rakyat TNI AD Kuat’. Selain itu, personil TNI AD juga selalu melakukan evaluasi untuk semakin profesional dan semakin dicintai oleh rakyat, mendapat kepercayaan masyarakat, serta bisa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sesuai amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman, tentara berasal dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat, untuk kepentingan rakyat. Sehingga harus bisa menjadi prajurit yang betul-betul bisa memberikan kenyamanan, kententraman dan keamanan yang dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah,” pungkas pria yang lama berkarir di lingkungan Kopassus ini.

About master